Hobi Koleksi Polo Shirt? Begini Sejarah Kemunculannya

Ada yang penasaran tentang sejarah kaos polo? kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan polo shirt sebagai salah satu jenis kaos yang banyak digemari kan. Ya, jenis kaos yang satu ini adalah sebuah kaos yang memiliki ciri khas berupa kerah yang terdapat di bagian lehernya. Hal ini berbeda dari t-shirt atau kaos oblong biasa yang tidak memiliki kerah. Pakaian ini menjadi tren tersendiri.

Tidak banyak pakaian yang cocok dipakai oleh semua usia. Tetapi kaos polo sangat berbeda karena item pakaian ini akan terlihat cocok dipakai siapa saja, baik anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang tua. Laki-laki maupun wanita sah-sah saja memakai kaos ini karena memang tidak memandang gender.

Perkembangan kaos polo terbilang cukup panjang mengingat item ini telah dipakai sejak permulaan abad ke 20. Kaos ini juga dinamakan dengan polo karena memang pada zaman dahulunya kaos ini dipakai oleh para atlet olahraga polo. Olahraga ini merupakan jenis olahraga beregu di mana para pemain memasukkan bola ke dalam gawang menggunakan stick khusus.

Ciri utama olahraga polo adalah para pemainnya saling bersaing dengan lawan dengan cara menunggang kuda. Itulah mengapa membutuhkan pakaian khusus yang sangat nyaman agar tidak mengganggu pergerakan atlet sehingga bisa lebih leluasa. Oleh sebab itu, terciptalah inovasi berupa polo shirt, yaitu kaos dengan kerah yang sporty.

Sejarah Awal Mengenai Munculnya Kaos Polo

Kaos polo berawal dari para pemain olahraga polo yang mengenakan pakaian ini. Di Indonesia sendiri olahraga ini memang tidak begitu populer. Sehingga sah-sah saja jika kamu merasa tidak familiar dengan olahraga yang melibatkan hewan kuda ini. Olahraga polo banya dikenal dan dimainkan di daratan Eropa dan Argentina.

Memasuki abad ke 20 alias tahun 1930-an para pemain polo mulai mengenakan kaos dengan lengan panjang yang dilengkapi dengan kerah. Awalnya polo memiliki warna putih polos berlengan panjang. Selain untuk memberikan kenyamanan bagi para pemain dalam bergerak, pakaian juga harus dapat melindungi anggota tubuh mereka.

Sehingga polo shirt di kala itu dilengkapi dengan lengan yang menutupi seluruh bagian tangan pemain. Tetapi di masa sekarang kaos ini dibuat lebih trendy dengan lengan pendek. Bahkan sebagian desain memberikan karet melingkar di bagian bawah lengannya. Yang menjadi ciri khas dari sebuah kaos ini tentu saja terdapat pada bagian kerahnya.

Umumnya kaos tidak memiliki kerah karena kerah adalah bagian baju yang terdapat pada kemeja. Kaos ini mulai dikenal public lebih luas dan berkembang sejak salah seorang atlet polo asal Argentina memberikan border khusus di bagian dada. Tidak lama setelah itu, Ralph Lauren mulai memproduksi kaos ini secara luas.

Ralph Lauren adalah seorang desainer fashion asal Amerika yang termasuk mempopulerkan item fashion ini. Brand Polo Ralph Lauren sangat khas karena memiliki logo atlet polo yang tengah menunggangi kuda dan mengayunkan sticknya di bagian dada kaos. Saat ini polo shirt Ralph Lauren telah menjadi brand yang disukai banyak orang.

Merambah Juga Menuju ke Cabang Olahraga Tennis

Rupanya popularitas kaos polo di dunia atlet tidak hanya berhenti pada para pemain polo saja. Tidak lama setelah atlet polo memakai kaos ini, pemain dari cabang olahraga lain juga mulai memakainya. Salah satunya adalah Rene Lacoste yang merupakan atlet tenis lapangan asal Perancis.

Dahulunya para pemain tenis mengenakan kaos lengan panjang yang digulung lengkap dengan setelah celana flannel dan dasi. Namun ternyata pakaian ini menjadi sebuah pakaian yang dirasa tidak nyaman sehingga bisa mengganggu sebuah performa pada seorang pemain saat sedang berlaga di sebuah lapangan. Sehingga Rene Lacoste mendesain sebuah pakaian dengan material katun rajut pique menjadi sebuah polo shirt.

Material katun rajut pique ternyata lebih nyaman dipakai serta praktis dan tidak mengganggu pergerakan saat bermain tenis. Bagian kerahnya juga tidak kaku. Selain itu juga dilengkapi dengan bagian placket yang terdapat kancing di atasnya guna menambah kenyamanan dan bisa dibuka atau ditutup sesuai keinginan pemakainya.

Salah satu ciri khas polo shirt buatan Rene Lacoste ini adalah bagian belakang kaos yang sedikit lebih panjang dibanding bagian depannya. Sehingga bentuk kaos polo yang seperti ini sering dikenal dengan istikal tennis tail. Semenjak itu banyak atlet tenis yang turut mengenakan jenis pakaian ini untuk beraksi di lapangan.

Jenis Bahan untuk Pembuatan Kaos Polo

Kaos polo juga dibuat dengan bahan tertentu. Dibawah ini adalah beberapa jenis bahan yang digunakan untk membuat kaos polo.

  1. Pique Cotton

    Ada beberapa bahan untuk polo shirt yang berbed-beda, salah satunya yaitu katun pique (pique cotton). Material ini adalah material yang berupa katun 100% yang mampu untuk menyerap sebuah keringat dengan baik. Selain itu, katun pique juga merupakan bahan premium karena seratnya halus. Bahan dengan jenis ini juga memiliki berbagai keunggulan dan bahan ini juga bisa untuk memberikan suatu kenyamanan yang tersendiri.

  2. Pique CVC

    Bahan kaos polo lainnya adalah pique CVC, yaitu campuran antara katun (cotton) dan polyester. Campuran antara keduanya membuat kaos dari bahan ini cukup nyaman dipakai. Meskipun tidak terdiri dari katun 100% tetapi bahan ini dapat menyerap keringat dengan cukup baik. Ini adalah salah satu alternatif material atau bahan penyerap keringat yang harganya juga lebih terjangkau.

  3. Pique Teteron Cotton (TC)

    Material pique TC sebenarnya sama dengan pique CVC, yaitu terdiri dari campuran antara katun dan polyester. Yang membedakan adalah jumlah persentase di antara keduanya. Jumlah katun dalam bahan TC lebih sedikit persentasenya dibanding jumlah polyster. Sehingga jika dipakai akan terasa lebih panas. Tetapi harganya lebih murah.

Penggunaan Polo Shirt di Masa Sekarang

Penggunaan kaos polo kini juga sudah banyak jumlahnya. Di bawah ini adalah beberapa penggunaan kaos polo yang ada di masa sekarang ini.

  1. Seragam Komunitas atau Organisasi

    Saat ini banyak sekali komunitas maupun organisasi yang membuat seragam khusus untuk para anggotanya. Selain jaket, kaos O-neck, atau kemeja, kaos polo juga banyak dipilih karena desainnya yang trendy namun tetap nyaman. Kamu bisa membuat kaos ini untuk komunitasmu dengan menambahkan logo khusus.

  2. Seragam Perusahaan

    Beberapa perusahaan besar maupun kecil juga membuat seragam berupa kaos polo untuk para karyawannya. Modelnya yang tidak kaku juga nyaman sangat cocok untuk pekerjaan di lapangan maupun dalam kantor. Jenis kaos ini juga cocok untuk event seperti gathering perusahaan di luar kota.

  3. Untuk Olahraga

    Berawal dari kemunculannya di olahraga polo dan tenis, kaos ini sudah terbukti nyaman untuk aktivitas olahraga. Jika kamu punya hobi tenis atau golf, polo adalah pilihan yang sangat tepat. Selain mudah menyerap keringat kaos ini juga memiliki desain yang sporty dan keren. Jadi, selain bebas bergerak kamu bisa tetap bergaya.

  4. Outfit Harian

    Kaos adalah pakaian yang sangat nyaman sehingga cocok dipakai untuk sehari-hari. Kaos polo adalah pilihan aman saat kamu ingin hangout bersama teman-teman. Saat ini juga sudah terdapat banyak sekali desain yang ciamik dan juga dengan pilihan warna-warna menarik dan bisa untuk kamu pilih. Outfit ini juga bisa untuk dipakai ke kampus, lho.

    Memiliki berbagai jenis koleksi pakaian di dalam lemari tentunya bisa memaksimalkan penampilan kamu saat akan berkegiatan di luar rumah. Kaos berkerah adalah salah satu jenis yang harus kamu miliki karena sangat trendy dan tidak lekang waktu. Sebelum populer seperti sekarang ternyata sejarah polo shirt berawal dari olahraga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *