Sejarah Mesin Obras, Alat Serbaguna untuk Merapikan Jahitan

Seperti apa ya sejarah mesin obras? untuk memproduksi sebuah pakaian peralatan yang diperlukan tidak hanya mesin jahit tetapi juga mesin obras. Industri konveksi saat ini semakin berkembang dan melejit tajam seiring dengan makin tingginya antusiasme masyarakat terhadap fashion. Kamu pastinya termasuk salah satu yang tidak mau ketinggalan berburu baju-baju lucu di marketplace, kan?

Nah, dalam proses produksinya ternyata sebuah pakaian melalui proses yang cukup panjang. Berawal dari lembaran kain, bahan tersebut kemudian diolah sedemikian rupa hingga menjadi pakaian jadi yang siap kamu kenakan untuk berbagai acara. Misalnya untuk acara pernikahan, wisuda, bekerja ke kantor, hangout, atau sekadar santai di rumah.

Proses dari kain menjadi pakaian antara lain melalui tahap pembuatan pola, pemotongan, hingga penjahitan. Tetapi proses penjahitan sendiri tidak hanya berhenti pada penggunaan mesin jahit saja melainkan memanfaatkan suatu alat yang dinamakan mesin obras. Fungsi alat ini adalah untuk merapikan jahitan sehingga serat kain tidak terurai dan berantakan.

Mungkin kamu belum terlalu familiar atau belum pernah mendengar mengenai alat obras yang satu ini. Apalagi jika kamu tidak familiar dengan dunia konveksi atau jahit menjahit. Padahal fungsi alat ini sangat penting untuk menentukan kualitas sebuah busana, lho. Sebelum mengetahui lebih jauh tentang obras, sebaiknya kamu mempelajari sejarahnya yang akan dijelaskan berikut ini.

Sejarah Munculnya Mesin Obras yang Perlu Diketahui

Obras adalah suatu alat yang digunakan dalam industri konveksi untuk membuat jahitan di bagian pinggir pakaian lebih rapi. Seperti kamu ketahui, kain merupakan kumpulan dari serat benang yang tersusun sedemikian rupa berkat serangkaian proses. Meskipun telah diolah namun kain tersebut tetap berpotensi terurai karena sifatnya yang berserat.

Meskipun telah dijahit namun kain tetap bisa terurai jika tidak dikunci atau istilahnya di-overlock. Nah, inilah fungsi utama mesin obras yang dikenal dalam dunia konveksi. Alat ini juga pertama kali diperkenalkan oleh seseorang yang bernama Joseph Millard Merrow. Joseph Millard Merrow merupakan pemilik perusahaan mesin (Merrow Machine Company).

Perusahaan tersebut pada akhirnya berkembang menjadi sebuah pabrik pembuat mesin rajutan (crochet machine) yang diciptakan Josep Millard Merrow pada tahun 1877. Selain menciptakan mesin perajut, ia juga yang menemukan teknologi mesin jahit dengan sistem overlock (overlock sewing machine). Mesin ini sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pakaian.

Alat bantu ini kemudian diperkenalkan secara luas ke pabrik tekstil lainnya. Akan tetapi pada tahun 1887 usahanya mengalami kerugian besar yang disebabkan oleh kebakaran. Pasca musibah kebakaran tersebut, lokasi usahanya dipindahkan ke Hatford dan bertransformasi menjadi produsen mesin jahit overlock.

Merrow Machine Company sendiri dapat bertahan dan berkembang menjadi perusahaan yang menghasilkan overlock sewing machine hingga abad 21. Kini mesin tersebut lebih dikenal dengan nama mesin obras dan dipakai oleh produsen tekstil di seluruh dunia. Berkat adanya alat ini, busana yang kamu kenakan jadi lebih berkualitas dan bertahan lama.

Macam Komponen Penyusun Alat Obras

Di dalam alat obras juga terdapat beberapa komponen penyusunnya. Di bawah ini adalah beberapa macam komponen penyusun alat obras.

  1. Kerangka

    Kerangka adalah komponen utama dalam mesin ini karena komponen inilah yang menjadi tempat melekatnya bagian-bagian lain. Di bagian kerangka inilah komponen seperti dudukan jarum, sepatu obras, pisau, dan sebagainya akan ditempatkan. Bagian ini memiliki bentuk yang kokoh dengan ukuran paling besar dibanding bagian lainnya.

  2. Dudukan Jarum

    Komponen lain yang tidak kalah penting dalam sebuah alat ini tentunya adalah dudukan jarum. Dudukan jarum berfungsi sebagai spot untuk menyematkan jarum agar bisa mendistribusikan benang di bagian yang hendak dijahit. Jenis jarum untuk obras berbeda dari jarum jahit biasa. Umumnya ukuran jarum untuk pengobrasan lebih pendek.

  3. Sepatu Obras

    Mesin obras juga memiliki sepatu yang berfungsi untuk menjepit kain. Komponen ini dapat memudahkan kamu saat hendak melakukan pengobrasan karena kain bisa berjalan sendiri. Kamu tidak perlu menahan kain dengan kuat karena dapat membuat arah jahitan jadi tidak teratur. Komponen seperti ini juga terdapat di mesin jahit biasa.

  4. Pisau

    Komponen ini juga memiliki fungsi yang tidak kalah penting. Pisau pada alat obras gunanya untuk memotong bagian pinggir kain sehingga hasilnya lebih rapi. Komponen ini biasanya berada di samping jarum. Kain yang sudah dijahit akan secara otomatis terpotong bagian pinggirnya jadi kamu tidak perlu tenaga tambahan untuk merapikannya.

  5. Pedal

    Sama seperti mesin jahit standar yang kamu miliki, alat bantu satu ini juga dilengkapi dengan pedal di bagian bawah. Fungsi pedal sendiri yaitu untuk menjalankan mesin tersebut dengan arus listrik dari dinamo. Saat menjalankan mesin menggunakan pedal sebaiknya kamu berhati-hati agar kecepatannya tetap stabil sehingga hasilnya rapi.

Jenis-Jenis Mesin Obras dan Fungsinya

Mesin jenis obras tidak hanya terdiri dari satu jenis saja melainkan juga terdapat beberapa jenis. Di bawah ini adalah jenis mesin untuk obras dan fungsinya yang perlu kamu ketahui.

  1. Obras 3 Benang

    Alat obras 3 benang adalah jenis yang paling banyak digunakan oleh para penjahit secara umum. Pada dasarnya alat ini dipakai untuk menyelesaikan pembuatan busana-busana dasar seperti kemeja laki-laki maupun wanita. Selain itu, mesin ini juga sering digunakan untuk mengobras pakaian jenis blouse.

  2. Obras 4 Benang

    Alat bantu ini fungsinya masih sama, yaitu untuk merapikan bagian pinggir jahitan pada pakaian sebelum siap dikenakan. Mesin obras jenis ini umumnya dipergunakan untuk menyelesaikan jahitan pada kaos. Karena bahan kaos tidak sama dengan bahan kemeja atau blouse secara umum jadi alat untuk merapikannya juga tidak sama

  3. Obras 5 Benang

    Mesin yang satu ini sering digunakan untuk merapikan jahitan pada celana maupun jenis jeans. Penggunaan alat bantu ini berfungsi agar serat kain di bagian tepi celana dan jeans tidak berantakan. Sehingga saat dipakai lebih nyaman serta pencucian juga lebih mudah dilakukan karena tidak perlu khawatir rusak.

Keuntungan yang Didapat Jika Memiliki Mesin Obras Sendiri

Memiliki hobi menjahit tentunya akan membuatmu ingin mempunyai perlengkapan jahit secara lengkap. Selain membeli mesin jahit, kamu juga patut mempertimbangkan untuk memiliki overlock sewing machine ini. Mengapa? Karena kamu bisa mendapat banyak keuntungan dengan memilikinya. Misalnya tidak perlu antre atau menghambat aktivitas menjahitmu.

  1. Tidak Perlu Mengantre

    Seseorang yang senang menjahit belum tentu memiliki mesin obras sendiri sehingga harus membawanya ke tempat khusus. Di tempat pengobrasan tersebut sangat mungkin kamu akan menjumpai orang lain yang ingin melakukan hal sama sehingga mau tidak mau harus mengantre. Hal ini tidak akan terjadi jika kamu memilikinya di rumah.

  2. Hasil Yang Memuaskan

    Pekerjaan yang dilakukan sendiri tentu hasilnya akan lebih memuaskan karena kamu menjalani setiap prosesnya. Nah, dengan memiliki alat obras di rumah kamu bisa membuat hasil jahitan lebih bagus dan memuaskan karena dikerjakan sendiri. Selain itu, pekerjaan juga lebih cepat selesai karena tidak perlu menunda-nunda.

Perkembangan dunia konveksi dari tahun ke tahun semakin maju termasuk dalam hal teknologi yang mendukungnya. Salah satu perlengkapan yang tidak bisa dihindari saat membuat pakaian adalah mesin jahit beserta obrasnya. Berkat adanya mesin obras yang diciptakan oleh Joseph Millard Merrow, pakaian jadi lebih berkualitas. Itu adalah beberapa informasi tentang sejarah mesin obras yang kami berikan. Semoga bermanfaat ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *